Editorial - Lazio, Bagaimana Kabarmu Kini?

Serie A Italia pernah mendominasi stasiun televisi di era 90-an dan 2000-an, khususnya di Indonesia. Jauh sebelum English Premier League (EPL) tenar dan menjadi Liga sepakbola yang paling digandrungi seperti sekarang ini. Serie A Italia menjadi salah satu liga kasta di Eropa, bahkan di dunia, banyak pemain-pemain top dunia yang bermimpi dan bergabung ke klub-klub elit Serie A tersebut.
Berbicara tentang Serie A, ingatan saya langsung tertuju pada 'Si Biru Langit'. Ya, SS Lazio. Salah satu tim papan atas Italia dan diperhitungkan di jagad sepakbola dunia.
Tim yang berjuluk 'Biancoceleste' ini bermarkas di Stadio Olimpico, Roma, Italia. Mereka berbagi stadion tersebut bersama 'kakak kandung' AS. Roma akan tetapi keduanya memiliki rivalitas yang mendarah daging.
Memasuki penghujung tahun 90-an Lazio benar-benar menjelma menjadi tim yang luar biasa, mereka membawa pulang Piala Winner pada tahun 1999 dan dilanjutkan menjadi Scudetto setahun setelahnya, tahun 2000.
Ketika memenangi Scudetto tahun 2000, Lazio diperkuat oleh para pemain hebat, 'Generasi Emas'-nya. Salah satunya adalah sang kapten, Alessandro Nesta menjadi 'Jendral' yang mampu mengkoordinir dan menyulut semangat para pemain di lapangan ketika mereka sedang tidak dalam performa bagus.
Berikut adalah best starting XI ketika menjuarai Piala Winners melawan RCD Mallorca di Villa Park, Birmingham, Inggris tahun 1999.
Pelatih : Sven-Goran Eriksson
Lantas bagaimana kabar SS Lazio sekarang?
Musim 2019/2020 Lazio asuhan pelatih Eusebio Di Francesco ini sedang bertengger di peringkat ke-3 klasemen sementara Serie A. Mereka berada di bawah Inter Milan.
